Strategi Trading Dengan Channel Trend


Channel trend adalah salah satu pola yang sering terbentuk pada chart trading. Channel atau range batas pergerakan harga bisa selalu terbentuk baik ketika pergerakan harga pasar sedang trending maupun sideways (ranging). Channel trend adalah channel yang terbentuk ketika pasar sedang trending.

Trading berdasarkan channel trend relatif sederhana dengan propabilitas keberhasilan yang cukup tinggi asalkan channel tersebut valid. Jika Anda perhatikan makin tinggi time frame trading makin valid channel trend. 

Artikel ini mencontohkan strategi trading dengan channel trend pada time frame 4-jam.

Channel uptrend terbentuk dari garis sejajar yang dibuat diatas garis uptrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik high, sedang channel downtrend terbentuk oleh garis sejajar yang dibuat dibawah garis downtrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik low. Channel trend menunjukkan konsistensi pergerakan pasar dalam mentaati garis-garis trend

Berikut contoh channel uptrend pada EUR/AUD time frame 4 jam:



Pertama kali tarik garis support yang dibuat dengan menghubungkan 2 level support terdekat, dan garis resistance yang ditarik dari level high terendah sejajar dengan garis support.


Tampak titik-titik support pada garis support (garis uptrend) dan titik-titik resistance pada garis resistance. Kedua garis harus sejajar untuk mengkonfirmasi terbentuknya channel uptrend, sedang titik-titik support dan resistance tidak harus berada tepat pada garis support atau resistance-nya.

Hal ini sesuai dengan karakteristik uptrend yaitu terbentuknya level-level higher low atau level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya, dan higher high atau level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya. Sebaliknya untuk channel downtrend kebalikannya.

Menentukan level entry dan exit

Setelah channel trend teridentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan level entry dan exit (stop loss dan limit atau take profit). 

Trading dengan channel trend pada dasarnya sama dengan trading berdasarkan titik-titik support dan resistance seperti strategi yang sering diterapkan pada kondisi sideways, sehingga entry dan exit bisa pada titik-titik tersebut.




Untuk uptrend, cara yang paling mudah adalah dengan entry buy pada level support dengan dikonfirmasikan oleh indikator oscillator untuk mengetahui waktu entry yang tepat saat kondisi pasar sudah oversold, atau entry sell pada level resistance saat pasar sudah overbought. Indikator oscillator yang sering digunakan adalah RSI, stochastic atau CCI.

Untuk posisi buy, stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level support dengan asumsi jika ternyata harga bergerak menembus level low terdekat (yang artinya channel uptrend tersebut tidak lagi valid), kita bisa keluar secepatnya. 

Untuk level limit atau take profit bisa ditentukan beberapa pip dibawah level garis resistance dengan asumsi jika ternyata harga berbalik arah sebelum menyentuh garis resistance kita masih bisa exit. Hal yang sebaliknya untuk posisi sell. Biasanya trading dengan strategi ini akan menghasilkan risk/reward yang lebih besar dari 1:1.


Sumber : www.dailyfx.com